Daftar Publikasi

Publikasi adalah informasi yang disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dipahami.

UNDUH PUBLIKASI

Keseluruhan ekspor impor sarang burung walet Indonesia merupakan sarang burung walet wujud segar. Ekspor sarang burung walet Indonesia hanya terdiri dari 1 kode HS yaitu sarang burung walet segar (kode HS 04100010/04109010). Pada tahun 2024 China mendominasi tujuan ekspor sarang burung walet Indonesia dengan kontribusi ekspor sebesar 77,74%. Sedangkan sebesar 78,39% impor sarang burung walet Indonesia selama tahun 2024 berasal dari Indonesia, yang merupakan barang hasil re-impor dari Indonesia.

UNDUH PUBLIKASI

Karet merupakan komoditas perkebunan yang berperan sebagai penyumbang surplus dalam kinerja perdagangan sektor pertanian. Ekspor karet alam dunia pada tahun 2024 sekitar 16,18 juta ton, sementara ekspor karet sintetis sekitar 27,81 juta ton. Ekspor karet alam ini sekitar 36,78% dari total ekspor karet alam dan sintetis.

UNDUH PUBLIKASI

Produksi kedelai Indonesia tahun 2024 sebesar 230,21 ribu ton biji kering, menurun sebanyak 118,89 ribu ton atau turun 34,06% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontributor terbesar terhadap total produksi kedelai tahun 2024 yaitu Provinsi Jawa Tengah sebesar 30,80%.

UNDUH PUBLIKASI

Pada periode 2020-2024, sentra produksi ubi kayu terdapat di tujuh provinsi di Indonesia. Provinsi sentra utama adalah Lampung dengan kontribusi sebesar 47,32% dari total produksi ubi kayu Indonesia atau sebanyak 7,9 juta ton di tahun 2024. Provinsi sentra lainnya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur. Dan sebesar 9,55% produksi ubi kayu Indonesia tahun 2024 disumbang oleh provinsi lain.

UNDUH PUBLIKASI

Buku Statistik Harga Komoditas Pertanian tahun 2025 ini menyajikan data harga eceran di Provinsi yang bersumber dari Bank Indonesia, harga gabah, harga produsen dan konsumen bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Harga Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, harga internasional yang bersumber dari Website World Bank. Harga yang disajikan mencakup komoditas pertanian yang dirinci menurut sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.